Apa yang anda lakukan apabila anda berada ditengah-tengah keramaian kecelakaan antara mobil dan motor, jika anda adalah seorang pengendara mobil atau seorang penengendara motor?
Sebagian orang akan langsung mengambil posisi masing-masing. Sebagai orang yang membela pengendara motor atau sebagai orang yang membela pengendara mobil. Dalam situasi tersebut jika semua orang tidak bisa berkepala dingin maka akan terjadi kerusuhan. Seperti kejadian yang terjadi di daerah shelter Duku Atas, sebuah bus transjakarta menabrak motor. Pengendaranya tewas saat berada di unit gawat darurat RS Cipto Mangunkusumo. Beruntung massa tidak anarkis dan main hakim sendiri. tapi massa tetap merasa berhak unutk menuntut ganti rugi atas apa yang telah diperbuat.
Para pengendara motor yang ada di tempat kejadian tidak saling mengenal. Sebagian berhenti dan membela karena merasa menjadi bagian. Lalu sebagian lagi hanya berhenti untuk melihat karena merasa hal tersebut adalah kejadian yang menarik. Jadi, dari hal tersebut saya bisa menjelaskan tentang apa itu yang disebut Massa Abstrak. Dimana individu dalam kelompok-kelompok tertentu yang belum terikat satu sama lain berada. Dengan kata lain agregat-agregat yang berkumpul menjadi sebuah keramaian
sumber: Handout Psikologi kelompok. Klara Innata Arishanti, S.Psi
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/12/02483823/Transjakarta.Tabrak.Motor..Satu.Tewas
Tampilkan postingan dengan label Character. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Character. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 Oktober 2010
Minggu, 10 Oktober 2010
Komunikasi kelompok bagus, tugas selesai..!
faktor yang lainya adalah:
Jaringan komunikasi atau biasa disingkat sama anak-anak yang terlalu pintar dan malah jadi ngetrend dengan "JARKOM." Ada lima pola-pola untuk melakukan diskusi: roda, rantai, Y, lingkaran, dan bintang.
Pola roda, seseorang atau yang biasanya pemimpin mudah untuk diperhatikan. Lain halnya denga pola lingkaran, para anggota hanya dapat berkomunikasi maksimal dengan 2 anggota yang lainya, dalam pola ini tidak ada pemimpin. Pada pola rantai komunikasi biasa saling berkesinambungan. Pada pola Y juga demikian, namun hanya 2 orang yang bisa berkomunikasi langsung dengan " pemimpin." Lalu pola bintang yang disebut juga sebagai all channels, setiap anggota dapat berkomunikasi dengan anggota lain. Yang terakhir ini disebut comcon. Karena semua saluran komunikasi terbuka.
Yang lain adalah Kohesifitas kelompok, kohesi kelompok berhubungan erat dengan kepuasan. Dalam kelompok yang kohesif, anggota merasa aman dan terlindungi. Karena itu komunikasi lebih terbuka, lebih bebas, dan lebih sering.
Lalu Kepemimpinan, adalah komunikasi yang secara positiv mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok ( Cragan &Wright, 1980:73). seorang pemimpin dapat ditunjuk atau setelah muncul keputusan kelompok.
sumber: Drs Jalaluddin Rakhmat M.Sc.
Jaringan komunikasi atau biasa disingkat sama anak-anak yang terlalu pintar dan malah jadi ngetrend dengan "JARKOM." Ada lima pola-pola untuk melakukan diskusi: roda, rantai, Y, lingkaran, dan bintang.
Pola roda, seseorang atau yang biasanya pemimpin mudah untuk diperhatikan. Lain halnya denga pola lingkaran, para anggota hanya dapat berkomunikasi maksimal dengan 2 anggota yang lainya, dalam pola ini tidak ada pemimpin. Pada pola rantai komunikasi biasa saling berkesinambungan. Pada pola Y juga demikian, namun hanya 2 orang yang bisa berkomunikasi langsung dengan " pemimpin." Lalu pola bintang yang disebut juga sebagai all channels, setiap anggota dapat berkomunikasi dengan anggota lain. Yang terakhir ini disebut comcon. Karena semua saluran komunikasi terbuka.
Yang lain adalah Kohesifitas kelompok, kohesi kelompok berhubungan erat dengan kepuasan. Dalam kelompok yang kohesif, anggota merasa aman dan terlindungi. Karena itu komunikasi lebih terbuka, lebih bebas, dan lebih sering.
Lalu Kepemimpinan, adalah komunikasi yang secara positiv mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok ( Cragan &Wright, 1980:73). seorang pemimpin dapat ditunjuk atau setelah muncul keputusan kelompok.
sumber: Drs Jalaluddin Rakhmat M.Sc.
Langganan:
Postingan (Atom)