Apa yang anda lakukan apabila anda berada ditengah-tengah keramaian kecelakaan antara mobil dan motor, jika anda adalah seorang pengendara mobil atau seorang penengendara motor?
Sebagian orang akan langsung mengambil posisi masing-masing. Sebagai orang yang membela pengendara motor atau sebagai orang yang membela pengendara mobil. Dalam situasi tersebut jika semua orang tidak bisa berkepala dingin maka akan terjadi kerusuhan. Seperti kejadian yang terjadi di daerah shelter Duku Atas, sebuah bus transjakarta menabrak motor. Pengendaranya tewas saat berada di unit gawat darurat RS Cipto Mangunkusumo. Beruntung massa tidak anarkis dan main hakim sendiri. tapi massa tetap merasa berhak unutk menuntut ganti rugi atas apa yang telah diperbuat.
Para pengendara motor yang ada di tempat kejadian tidak saling mengenal. Sebagian berhenti dan membela karena merasa menjadi bagian. Lalu sebagian lagi hanya berhenti untuk melihat karena merasa hal tersebut adalah kejadian yang menarik. Jadi, dari hal tersebut saya bisa menjelaskan tentang apa itu yang disebut Massa Abstrak. Dimana individu dalam kelompok-kelompok tertentu yang belum terikat satu sama lain berada. Dengan kata lain agregat-agregat yang berkumpul menjadi sebuah keramaian
sumber: Handout Psikologi kelompok. Klara Innata Arishanti, S.Psi
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/12/02483823/Transjakarta.Tabrak.Motor..Satu.Tewas
Minggu, 24 Oktober 2010
Jumat, 22 Oktober 2010
Kelompok + Kelompok = Masaa
Saya sudah menjelaskan apa yang dimaksud dengan kelompok dan berbagai jenis kelompok yang ada. Dalam postingan sebelumnya saya juga telah menjelaskan tentang masa. Sekarang apa itu Psikologi masa? ilmu yang memepelajari tentnag tingkah laku individu dalam "loosely organized group" (Chaplin, 1972). Masa dapat dipengaruhi dan mempengaruhi individu.
Seperti pada beberapa situasi yang pernah saya contohkan, tentang kelompok pengendara motor dan kelompok pengendara mobil. Hal tersebut merupakan contoh masa. contoh masa yang lain adalah demonstrasi dan penjarahan. Orang terkonfrontasi untuk melakukan hal yang sama dengan yang orang lain lakukan. Di pengertian Konformitas juga disebutkan bahwa orang akan melakukan hal yang mungkin tidak akan pernah ia lakukan.
Seperti pada contoh penjarahan. namun pada contoh demonstrasi biasanya orang terkonfrontasi karena kesesuaian tujuan atau hati dengan apa yang sedang di suarakan oleh profokator misalnya. Pada contoh ini, adanya pencampuran kelompok. Misalnya saat demo (singkatan dari demonstrasi) "satu tahun pemerintahan Presiden" kemarin kita tahu bahwa tidak hanya beberapa kelompok saja yang datang untuk demo, melainkan berbagai lapisan kelompok seperti LSM, BEM, dan ada juga sekolah", atau hanya sekedar perhimpunan dan organisasi.
sumber: Rakhmat, Jalaluddin. 1985. Psikologi komunikasi. Rosda. Bandung. 2008
Seperti pada beberapa situasi yang pernah saya contohkan, tentang kelompok pengendara motor dan kelompok pengendara mobil. Hal tersebut merupakan contoh masa. contoh masa yang lain adalah demonstrasi dan penjarahan. Orang terkonfrontasi untuk melakukan hal yang sama dengan yang orang lain lakukan. Di pengertian Konformitas juga disebutkan bahwa orang akan melakukan hal yang mungkin tidak akan pernah ia lakukan.
Seperti pada contoh penjarahan. namun pada contoh demonstrasi biasanya orang terkonfrontasi karena kesesuaian tujuan atau hati dengan apa yang sedang di suarakan oleh profokator misalnya. Pada contoh ini, adanya pencampuran kelompok. Misalnya saat demo (singkatan dari demonstrasi) "satu tahun pemerintahan Presiden" kemarin kita tahu bahwa tidak hanya beberapa kelompok saja yang datang untuk demo, melainkan berbagai lapisan kelompok seperti LSM, BEM, dan ada juga sekolah", atau hanya sekedar perhimpunan dan organisasi.
sumber: Rakhmat, Jalaluddin. 1985. Psikologi komunikasi. Rosda. Bandung. 2008
Minggu, 17 Oktober 2010
Kelompok dan Jenisnya..
Teori mengatakan ada 4 jenis kelompok berdasarkan dari ukuran, komunikasinya, dan tujuannya:
1. Dyad > kelompok ini biasanya tidak kita sadari keadaannya. Kenapa demikian? Karena seringkali kita tidak menyebut kelompok ini sebagai kelompok namun hanya sebagai duo saja. Dan kita tidak sadar bahwa duo itu juga merupakan kelompok. Contohnya pasangan suami istri
2. Kelopmpok kecil > kelompok ini terdiri lebih dari 2 orang yang biasanya saling tergantung satu sama lain. Dan merupakan kelompok primer yang saling terikat dan merasa terikat. Contohnya keluarga, saudara sepupu, dan lainya
3. Organisasi > Kelompok ini terdiri dari tujuan yang sama. Bisa berupa kelompok primer maupun kelompok sekunder. Namun biasanya kelompok seperti ini merupakan kelompok sekunder yang memiliki tujuan yang jelas dan program-program yang terorganisir untuk mencapai tujuan. Struktur keorganisasian yang jelas juga ada di dalam kelompok jenis ini. Contohnya, sekolah, partai, dan lainya
4. Masa > ukurannya bisa sama dengan kelompok jenis organisasi, namun kelompok jenis ini hanya bersifat sementara. Kelompok jenis ini akan berakhir saat tujuannya telah tercapai dan tentunya tidak terorganisir. Contohnya seperti kelompok Agregat
sumber: Handout psikologi kelompok - Klara Innata Arishanti, S.Psi
1. Dyad > kelompok ini biasanya tidak kita sadari keadaannya. Kenapa demikian? Karena seringkali kita tidak menyebut kelompok ini sebagai kelompok namun hanya sebagai duo saja. Dan kita tidak sadar bahwa duo itu juga merupakan kelompok. Contohnya pasangan suami istri
2. Kelopmpok kecil > kelompok ini terdiri lebih dari 2 orang yang biasanya saling tergantung satu sama lain. Dan merupakan kelompok primer yang saling terikat dan merasa terikat. Contohnya keluarga, saudara sepupu, dan lainya
3. Organisasi > Kelompok ini terdiri dari tujuan yang sama. Bisa berupa kelompok primer maupun kelompok sekunder. Namun biasanya kelompok seperti ini merupakan kelompok sekunder yang memiliki tujuan yang jelas dan program-program yang terorganisir untuk mencapai tujuan. Struktur keorganisasian yang jelas juga ada di dalam kelompok jenis ini. Contohnya, sekolah, partai, dan lainya
4. Masa > ukurannya bisa sama dengan kelompok jenis organisasi, namun kelompok jenis ini hanya bersifat sementara. Kelompok jenis ini akan berakhir saat tujuannya telah tercapai dan tentunya tidak terorganisir. Contohnya seperti kelompok Agregat
sumber: Handout psikologi kelompok - Klara Innata Arishanti, S.Psi
Alasan orang masuk kelompok
Menurut Shaw, ada 5 alasan kenapa orang tergabung ke dalam kelompok:
1. Ketertarikan interpersonal, seperti merasa orang ini sejenis dengan diri individu itu atau penampilannya sejenis dengan si individu jadi secara interpersonal tertarik dan menimbulkan rasa nyaman saat bersama sekelompok orang tersebut.
2. Aktifitas kelompok, juga menentukan tergabungnya individu ke dalam kelompok. Karena dari hal tersebut si individu melihat tujuan kelompok. Hal yang disukai oleh individu serupa atau tidaknya dengan kelompok terlihat dari apa yang dilakukan kelompok
3. Tujuan Kelompok, setiap kelompok terbentuk pasti memliki tujuan, walau terkadang beberapa kelompok terbentu tanpa tujuan. Namun pada akhirnya kelompok tersebut pasti memiliki tujuan. karena itu tujuan juga penting untuk menarik individu untuk tergabung dengan kelompok.
4. Keanggotaan Kelompok, baik posisi individu dalam kelompok juga orang yang telah menempati posisi tertentu dalam kelompok menentukan individu untuk tertarik tergabung dalam kelompok. Misalnya, tergantung ketuanya siapa. Biasanya dilihat pemimpinnya atau orang yang kompeten didalamnya.
5. Efek Instrumental, yang dimaksud dengan efek instrumental adalah kemudahan-kemudahan apa yang didapat oleh individu saat ia telah tergabung ke dalam kelompok tersebut.
sumber: Handout Psikologi Kelompok - Klara Innata Arishanti, S.Psi
1. Ketertarikan interpersonal, seperti merasa orang ini sejenis dengan diri individu itu atau penampilannya sejenis dengan si individu jadi secara interpersonal tertarik dan menimbulkan rasa nyaman saat bersama sekelompok orang tersebut.
2. Aktifitas kelompok, juga menentukan tergabungnya individu ke dalam kelompok. Karena dari hal tersebut si individu melihat tujuan kelompok. Hal yang disukai oleh individu serupa atau tidaknya dengan kelompok terlihat dari apa yang dilakukan kelompok
3. Tujuan Kelompok, setiap kelompok terbentuk pasti memliki tujuan, walau terkadang beberapa kelompok terbentu tanpa tujuan. Namun pada akhirnya kelompok tersebut pasti memiliki tujuan. karena itu tujuan juga penting untuk menarik individu untuk tergabung dengan kelompok.
4. Keanggotaan Kelompok, baik posisi individu dalam kelompok juga orang yang telah menempati posisi tertentu dalam kelompok menentukan individu untuk tertarik tergabung dalam kelompok. Misalnya, tergantung ketuanya siapa. Biasanya dilihat pemimpinnya atau orang yang kompeten didalamnya.
5. Efek Instrumental, yang dimaksud dengan efek instrumental adalah kemudahan-kemudahan apa yang didapat oleh individu saat ia telah tergabung ke dalam kelompok tersebut.
sumber: Handout Psikologi Kelompok - Klara Innata Arishanti, S.Psi
Kenapa kita tergabung kedalam kelompok ??
Kenapa kita tergabung dalam kelompok?
Karena hubungan dengan orang lain dapat menunjang kelangsungan hidup kita. Beberapa peneliti berpendapat bahwa hal tersebut merupakan hal yang evolusioner, hal tersebut merupakan bagian dari keuntungan untuk bertahan hidup dengan memebangun hubungan dengan orang lain (Baumeister & Leary, 1995).
Pada zaman purba, manusia yang hidup berkelompok dapat melakukan perburuan dengan mudah, mencari makanan, menemukan pasangan, dan menjaga keturunannya. Oleh karena itu, mereka berpendapat, kebutuhan untuk saling membutuhkan sudah menjadi pembawaan. Dan kerena pendapat ini, orang-orang dengan berbagai budaya termotivasi untuk membentuk relasi dengan orang lain dan untuk mempertahankannya maupun untuk menbubarkannya (Gardner, Pickett, & Brewer, 2000; Manstead, 1997).
Individu berganbung dengan kelompok karena ternyata kelompok memiliki banyak keuntungan. Keuntungannya diantara lain adalah mendapatkan informasi penting yang didapat dari anggota kelompok lain, menolong kita untuk memahami hal yang ambigu dalam masyrakat, belajar norma-norma. Menjadi anggota dalam kelompok juga membantu kita untuk membentuk diri, menolong kita untuk mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya.
sumber: Social Psychology - Aronson dkk
Karena hubungan dengan orang lain dapat menunjang kelangsungan hidup kita. Beberapa peneliti berpendapat bahwa hal tersebut merupakan hal yang evolusioner, hal tersebut merupakan bagian dari keuntungan untuk bertahan hidup dengan memebangun hubungan dengan orang lain (Baumeister & Leary, 1995).
Pada zaman purba, manusia yang hidup berkelompok dapat melakukan perburuan dengan mudah, mencari makanan, menemukan pasangan, dan menjaga keturunannya. Oleh karena itu, mereka berpendapat, kebutuhan untuk saling membutuhkan sudah menjadi pembawaan. Dan kerena pendapat ini, orang-orang dengan berbagai budaya termotivasi untuk membentuk relasi dengan orang lain dan untuk mempertahankannya maupun untuk menbubarkannya (Gardner, Pickett, & Brewer, 2000; Manstead, 1997).
Individu berganbung dengan kelompok karena ternyata kelompok memiliki banyak keuntungan. Keuntungannya diantara lain adalah mendapatkan informasi penting yang didapat dari anggota kelompok lain, menolong kita untuk memahami hal yang ambigu dalam masyrakat, belajar norma-norma. Menjadi anggota dalam kelompok juga membantu kita untuk membentuk diri, menolong kita untuk mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya.
sumber: Social Psychology - Aronson dkk
Minggu, 10 Oktober 2010
Komunikasi kelompok bagus, tugas selesai..!
faktor yang lainya adalah:
Jaringan komunikasi atau biasa disingkat sama anak-anak yang terlalu pintar dan malah jadi ngetrend dengan "JARKOM." Ada lima pola-pola untuk melakukan diskusi: roda, rantai, Y, lingkaran, dan bintang.
Pola roda, seseorang atau yang biasanya pemimpin mudah untuk diperhatikan. Lain halnya denga pola lingkaran, para anggota hanya dapat berkomunikasi maksimal dengan 2 anggota yang lainya, dalam pola ini tidak ada pemimpin. Pada pola rantai komunikasi biasa saling berkesinambungan. Pada pola Y juga demikian, namun hanya 2 orang yang bisa berkomunikasi langsung dengan " pemimpin." Lalu pola bintang yang disebut juga sebagai all channels, setiap anggota dapat berkomunikasi dengan anggota lain. Yang terakhir ini disebut comcon. Karena semua saluran komunikasi terbuka.
Yang lain adalah Kohesifitas kelompok, kohesi kelompok berhubungan erat dengan kepuasan. Dalam kelompok yang kohesif, anggota merasa aman dan terlindungi. Karena itu komunikasi lebih terbuka, lebih bebas, dan lebih sering.
Lalu Kepemimpinan, adalah komunikasi yang secara positiv mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok ( Cragan &Wright, 1980:73). seorang pemimpin dapat ditunjuk atau setelah muncul keputusan kelompok.
sumber: Drs Jalaluddin Rakhmat M.Sc.
Jaringan komunikasi atau biasa disingkat sama anak-anak yang terlalu pintar dan malah jadi ngetrend dengan "JARKOM." Ada lima pola-pola untuk melakukan diskusi: roda, rantai, Y, lingkaran, dan bintang.
Pola roda, seseorang atau yang biasanya pemimpin mudah untuk diperhatikan. Lain halnya denga pola lingkaran, para anggota hanya dapat berkomunikasi maksimal dengan 2 anggota yang lainya, dalam pola ini tidak ada pemimpin. Pada pola rantai komunikasi biasa saling berkesinambungan. Pada pola Y juga demikian, namun hanya 2 orang yang bisa berkomunikasi langsung dengan " pemimpin." Lalu pola bintang yang disebut juga sebagai all channels, setiap anggota dapat berkomunikasi dengan anggota lain. Yang terakhir ini disebut comcon. Karena semua saluran komunikasi terbuka.
Yang lain adalah Kohesifitas kelompok, kohesi kelompok berhubungan erat dengan kepuasan. Dalam kelompok yang kohesif, anggota merasa aman dan terlindungi. Karena itu komunikasi lebih terbuka, lebih bebas, dan lebih sering.
Lalu Kepemimpinan, adalah komunikasi yang secara positiv mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok ( Cragan &Wright, 1980:73). seorang pemimpin dapat ditunjuk atau setelah muncul keputusan kelompok.
sumber: Drs Jalaluddin Rakhmat M.Sc.
Jumlah menentukan hasil kinerja Kelompok?
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja dan keefektifan kelompok. Keefektifan kelompok adalah "the accomplishment of the recognized objectives of cooperative action" (Barnard, 1938:55). Anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai 2 tujuan: melaksanakan tugas kelompok dan memelihara moral anggota-anggotanya. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok -- disebut prestasi (performance).
Faktor pertama adalah faktor situasional:
Ukuran kelompok. Kita dapat membedakan 2 macam tugas kelompok: tugas koaktif dan tugas interaktif. pada tugas pertama, masing-masing anggota kelompok sejajar dengan yang lain, tetapi tidak saling berinteraksi.
Pada tugas kedua, setiap anggota kelompok berinteraksi untuk menghasilkan keputusan yang digunakan kelompok. Pada jenis kelompok koaktif jumlah menentukan kinerja kelompok yang semakin besar, semakin banyak anggota semakin cepat tugas kelompok terselesaikan. Tapi bila sudah berinteraksi output akan berkurang. Karena terjadi kohesifitas.
Kegiatan juga menentukan kinerja kelompok. Jika kelompok konvergen, maka lebih cepat terselesaikan jika anggotanya sedikit. Jika kelompok divergen diperlukan jumlah anggota kelompok yang lebih besar, "lebih banyak kepala lebih baik."(McDavid & Harari, 1974:320).
bersambung...
sumber: Drs. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc. - Psikologi komunikasi
Faktor pertama adalah faktor situasional:
Ukuran kelompok. Kita dapat membedakan 2 macam tugas kelompok: tugas koaktif dan tugas interaktif. pada tugas pertama, masing-masing anggota kelompok sejajar dengan yang lain, tetapi tidak saling berinteraksi.
Pada tugas kedua, setiap anggota kelompok berinteraksi untuk menghasilkan keputusan yang digunakan kelompok. Pada jenis kelompok koaktif jumlah menentukan kinerja kelompok yang semakin besar, semakin banyak anggota semakin cepat tugas kelompok terselesaikan. Tapi bila sudah berinteraksi output akan berkurang. Karena terjadi kohesifitas.
Kegiatan juga menentukan kinerja kelompok. Jika kelompok konvergen, maka lebih cepat terselesaikan jika anggotanya sedikit. Jika kelompok divergen diperlukan jumlah anggota kelompok yang lebih besar, "lebih banyak kepala lebih baik."(McDavid & Harari, 1974:320).
bersambung...
sumber: Drs. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc. - Psikologi komunikasi
Langganan:
Postingan (Atom)